Kamis, 29 April 2010
I miss U Dad......
Terlahir dengan status anak bungsu merupakan sebuah kebanggan bagi saya. Memiliki 5 saudara dengan karakter yang berbeda semakin membuat hidup saya berwarna. Lahir di sebuah kampung kecil yang jauh dari peradaban gemerlapnya metropolitan menjadikanku sosok pribadi yang sederhana dan apa adanya.
Kami menikmati kehidupan kami dengan kesederhanaan, membanting tulang dan memeras keringat untuk menjalankan sebuah roda kehidupan yang memang seharusnya kami jalani.
Setiap subuh membantu Simbok ke pasar jualan sembako dan jamu, membantu bapak di toko, kadang juga menjadi tukang tambal ban, memanen cabe di sawah menjadi rutinitasku.
Saat usiaku belum beranjak gedhe, bapakku meninggalkan kami, dan tidak pernah dan tidak akan kembali. Tapi aku yakin, beliau sudah sampai di surga.
Ada jalan panjang dan sukar yang harus kami lalui. Kami terusir (tepatnya menjauhkan diri) dari tanah kelahiran kami, dari rumah kami sendiri. Semua karena keserakahan dari pihak keluarga bapakku, dan menyisakan DENDAM yang teramat sangat sampai saat ini. Tapi aku yakin, Tuhan akan membalas semua hal yang sudah mereka lakukan kepada kami dengan pelan tapi pasti.
Simbok ku menikah lagi. Dan akulah satu satunya orang yang paling merasa dirugikan dengan keadaan ini. Karena aku masih terlalu kecil dan polos. Aku harus meneruskan pendidikanku di kota. Tidak ada yang tau, kalau bapak tiriku sama sekali tidak pernah menganggap aku sebagai anaknya. Tapi paling tidak aku senang karena bapak tiriku sangat mencintai simbok ku.
Aku selalu menyalahkan dan menghujat bapakku. Kenapa beliau meninggalkan aku disaat aku benar benar harus dituntun jalan dan arah yang mana yg seharusnya aku lewati. Tapi itu salah, tidak ada hak seorang anak untuk menghujat yang namanya orang tua. Akupun menyadarinya......
Aku selalu bilang pada diriku sendiri, "kalau mereka bisa, aku juga pasti bisa". Itulah hal yang menjadi penyemangatku. Aku berusaha menjadi anak yang mandiri. Tidak bergantung pada siapapun. Hanya itu yg bisa dilakukan seorang anak SMU yg ditinggalkan orang tuanya.
Lahir dengan status anak dari seorang "Gambler" juga tidak membuatku malu. Aku harus bisa menjadi yang terbaik dari teman2ku. Dan aku pasti bisa.
Bapak.....harusnya kamu mengajariku menjadi seorang pemimpin dan kau tidak melakukannya.....Tapi aku bisa melakukannya sendiri.
Bapak....harusnya kamu mengajariku berteriak kencang, Tapi aku bisa....
Bapak....harusnya kamu mengajariku menangis, tapi air mataku sudah kering tergilas kerasnya jaman...
Bapak....harusnya kamu mengajariku menjadi sosok figur seorang ayah, Tapi aku belum bisa melakukannya...
Bapak......I love U........
Sabtu, 06 Maret 2010
I can.....
When they're busy blaspheming......
I was busy dancing...
When they're partying....
I'am crying....
And when they're busy making love...
I prostrate....
Because.......the taste I love........
Rabu, 03 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
